Aceh Tamiang, 15 Juli 2026 corongrakyat.my.id
– Pelaksanaan program revitalisasi SD Negeri 1 Bukit Tempurung di Kecamatan Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, dipastikan berjalan sesuai dengan standar spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak. Proyek rehabilitasi dengan nilai anggaran sebesar Rp1.589.840.751 ini terus dipantau guna memastikan kualitas hasil pekerjaan.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi proyek, para pekerja tampak terus merampungkan seluruh tahapan pembangunan dengan mengacu pada ketentuan teknis yang berlaku. Hal tersebut dikonfirmasi oleh kepala tukang, Pak No, yang menegaskan bahwa seluruh proses pengerjaan berada di bawah pengawasan ketat konsultan pengawas yang rutin turun ke lapangan.
“Semua pekerjaan kami lakukan sesuai ketentuan kontrak dan diawasi langsung oleh konsultan pengawas secara berkala di lapangan,” ujar Pak No kepada awak media.
Apresiasi mendalam disampaikan oleh Kepala SD Negeri 1 Bukit Tempurung, Rasman, S.Pd., M.M. Mewakili pihak sekolah, ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Penjabat Bupati, serta Dinas Pendidikan atas bantuan revitalisasi ini. Pembangunan kembali fasilitas sekolah ini sangat dinantikan mengingat sekolah tersebut sempat mengalami kerusakan parah akibat musibah banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Pihak sekolah berkomitmen untuk terus mengawal jalannya proses rehabilitasi ini hingga selesai. Kami ingin memastikan semuanya berjalan sesuai mekanisme dan spesifikasi dalam kontrak agar hasilnya nanti benar-benar aman dan bermanfaat bagi para siswa serta guru,” tutur Rasman.
Sesalkan Pemberitaan Sepihak
Di sisi lain, Rasman menyayangkan adanya pemberitaan dari salah satu media online yang dinilai menyudutkan tanpa adanya konfirmasi langsung di lapangan. Menurutnya, pemberitaan tersebut tidak mencerminkan kondisi riil di lokasi proyek dan ditulis tanpa meminta klarifikasi dari pihak sekolah maupun kepala tukang selaku penanggung jawab teknis pekerja.
Ia menegaskan bahwa pihak sekolah sangat terbuka terhadap kritik, saran, maupun masukan dari masyarakat dan media, asalkan bersifat membangun dan berbasis data yang valid.
“Kami selalu terbuka terhadap masukan. Namun, kami berharap rekan-rekan media tetap mengedepankan kode etik jurnalistik dengan melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak terkait, agar berita yang disajikan berimbang, akurat, dan sesuai dengan fakta di lapangan,” pungkasnya.
(Kaperwil Aceh)
